Thursday, 18/1/2018 | 7:15 UTC+0
  • Trump Rayakan Kemenangan Putusan Kongres tentang Pajak

    Donald Trump merayakan kemenangan “bersejarah” pada hari Rabu saat Kongres AS mengeluarkan sebuah rencana pemotongan pajak Partai Republik yang besar, dan sang presiden menempatkan perwakilan legislatif pertamanya sejak berkuasa hampir setahun yang lalu. Tentu, kebijakan ini nantinya akan berdampak sangat besar bagi urusan pajak Raja poker di negara tersebut.

    Kegembiraan Trump atas Kemenangannya

    Dewan Perwakilan Rakyat memilih jalur partai untuk memberi lampu hijau sebesar $ 1,5 triliun yang akan berdampak pada setiap sudut ekonomi AS melalui pemotongan pajak yang dramatis untuk perusahaan dan pengurangan sementara untuk individu. Pihak Oposisi Demokrat telah mencap rencana pajak tersebut memberi hadiah  kepada orang-orang terkaya yang berisiko meniup lubang dalam hutang nasional, namun perombakan tersebut telah memenuhi janji inti kampanye Trump untuk mengalihkan uang dari pundi-pundi pemerintah ke dalam kantong orang Amerika yang bekerja.

    “Kita memecahkan setiap rekor,” Trump yang gembira kepada sejumlah anggota Partai Republik yang juga gembira yang berkumpul di Gedung Putih untuk sebuah pesta kemenangan dan berterima kasih kepada mereka karena telah menggolkan pemotongan pajak terbesar dalam sejarah negara Amerika. “Kita membuat Amerika hebat lagi,” katanya, dengan hentakan senyum dan jabat tangan dengan anggota parlemen – yang bergantian menyanyikan pujian pada sang presiden.

    “Sesuatu yang besar seperti ini, sesuatu yang menggeneralisasi seperti ini, sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan sempurna tanpa kepemimpinan presiden yang sempurna,” serap Ketua DPR Paul Ryan, sebagaimana sesama anggota parlemen bertepuk tangan.Pujiannya seperti tidak berlebihan. Penulisan ulang kode pajak AS yang paling besar dalam beberapa dasawarsa, undang-undang tersebut mewakili kemenangan legislatif Trump yang paling penting dalam 11 bulan sejak peresmiannya.

    Janji Kampanye yang Direalisasikan

    Dengan mengungkap sebagai tagihan yang direalisasikan dan dijadikan sebagai “hadiah Natal” dan “kemenangan sejarah” untuk rakyat Amerika, Trump dan Partai Republik berharap keberhasilan mereka dalam melewati pemotongan pajak memainkan keunggulan partai dalam pemilihan pertengahan tahun depan. Menariknya, Undang-Undang Pemotongan dan Pekerjaan Pajak juga akan berpengaruh besar terhadap kebijakan kesehatan Obama, Obamacare, dengan membatalkan mandat individu yang mengharuskan hampir semua orang Amerika memiliki asuransi kesehatan atau membayar denda.

    “Dengan tagihan ini … pada dasarnya kami mencabut Obamacare dan kami akan menemukan sesuatu yang jauh lebih baik,” kata Trump dengan bangga. Trump sendiri sebelumnya telah mengumpulkan anggota kabinetnya untuk sebuah pertemuan di mana dia membahas tentang pemungutan pajak, dan langkahnya tersebut telah memberi jalan kepada keberhasilannya.

    Tentu, rencana atau janji ini sebelumnya juga mengalami kendala. Ya, setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk bisa sampai ke garis finish seperti saat ini, janji kampanye tentang pemotongan pajak tersebut tertunda karena sebuah kesalahan teknis yang mengharuskan Senat untuk mencabut tiga ketentuan minor dari tagihan tersebut sebelum menyetujuinya dalam semalam.

    Langkah tersebut sebenarnya menguji kesetiaan pihak konservatif terhadap prinsip disiplin fiskal, karena diproyeksikan akan menambahkan hampir $ 1,5 triliun ke hutang nasional dalam dekade mendatang. Namun kemudian, angka itu turun menjadi sekitar $ 1 triliun ketika pertumbuhan ekonomi diperhitungkan kembali.Akan tetapi, tetap saja rencana tersebut mendapat penolakan dari masyarakat.

    Sebuah jajak pendapat CNN menunjukkan bahwa 55 persen orang Amerika menentang rencana pajak tersebut, yang secara umum dikritik karena menguntungkan orang kaya di kelas menengah, sementara hanya 33 persen yang mendukungnya. Tapi Partai Republik telah mendorong kembali gagasan tersebut, dengan Ryan memprediksi bahwa orang Amerika akan merasa beruntung ketika mereka mulai mengetahuinya.

    Read more
  • Perhitungan Pemilu 2019 diramalkan akan Makan Waktu Lama

    KPK (Komisi Pemilihan Umum) sampai saat ini belum juga bisa memastikan perhitungan Pemilu serentak 2019 akan bisa selesai pada hari yang sama dengan proses pemungutan suara atau tidak. Perhitungan suara di masing-masing TPS (Tempat Pemungutan Suara) diprediksi bakal berlangsung sampai dua hari.

    Pemilu 2019 Akan Beda dengan Pemilu 2014

    Komisioner KPU RI, Ilham Saputra, mengatakan kepada publik bahwa perhitungan hasil Pemilu 2019 ini diprediksi akan berjalan cukup lama karena akan adanya banyak kotak suara yang musti dibuka. Pada pemilu serentak nanti, terhitung aka nada 5 kotak suara yang disediakan di setiap TPS. Kelima kotak suara tersebut memuat hasil pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD tingkat Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten dan Presiden.

    Ilham yang ditemui pada hari Senin (31/7) lalu mengatakan, “Saya khawatir jangan-jangan pemilu serentak proses pemungutannya saja, karena apabila kita hitung nanti berdasarkan pada simulasi sampai jam berapa. Untuk pemilu legislative saja sampai subuh, apabila digabung lagi dengan Pilpres sampai jam berapa misalnya?”

    Kepastian ihwal waktu pemungutan dan juga perhitungan hasil Pemilu 2019 bakal dibahas oleh KPU dengan DPR RI dalam rapat bersama. Ilham sendiri berharap rapat yang membahas beberapa peraturan untuk Pemilu 2019 bisa dilakukan dengan Komisi Pemerintahan DPR RI sebelum masa reses berakhir yakni 22 Agustus esok. Selain akan membahas ihwal waktu pemungutan serta penghitungan suara, KPU sendiri juga akan membahas definisi dari ‘kotak suara transparan’ di rapat nanti.

    “Kami bakal tulis surat untuk RDP terkait dengan PKPU Pilkada dan Pemilu,” ucapnya. Penyelenggara pemilu juga bakal menghitung komposisi jumlah pemilih yang bisa ditampung pada setiap TPS dalam pemilu serentak.

    Pada pemilu legislatif 2014, maksimal pemilih yang diizinkan memilik di setiap TPS adalah sebanyak 500 orang. Sementera itu, jumlah maksimal pemilih pada setiap TPS pada pemilu presiden 2014 adalah sebanyak 800 orang.

    Aturan dari jumlah maksimal pemilih saat itu diatur dalam UU Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif. Sekarang ini, aturan ihwal jumlah pemilih di TPS tersebut diserahkan oleh Lembaga Legislatif ke penyelenggara pemilu. “Feeling kita sih mungkin bisa mencapai 500 lah (di setiap TPS). Kalau dulu kan bisa sampai 800 orang per TPS. Ini masih kita pelajari dulu sekarang,” ungkapnya lagi.

    KPU Hitung Jumlah Kotak Suara Pemilu 2019

    KPU mempunyai rencana untuk menghitung jumlah kotak suara yang digunakan pada Pemilu 2014. Hal ini dilakukan untuk meninjau berapa kotak suara yang masih bisa digunakan untuk Pemilu 2019. Perhitungannya dilakukan untuk melihat jumlah kotak suara yang perlu dibuat guna memenuhi kebutuhan Pemilu yang rencananya bakal digelar pada bulan April itu.

    Ilham Saputra, Komisioner KPU, mengatakan bahwa penghitungan kotak suara bakal dilakukan tim penyelenggara pemilu di daerah dan pusat. Penghitungan juga terkait dengan penggunaan kota suara transparan seperti yang sudah diamanatkan di dalam UU Pemilu yang mana disahkan oleh DPR pada Jumat (21/7) lalu. dalam pasal 34 ayat 1 huruf (a) dalam UU tersebut, disebutkan bahwa perlengkapan kota suara untuk pemungutan suara togel singapura haruslah bersifat transparan yang maknanya isi kotak suara harus terlihat dari luar.

    Ilham menjelaskan isi atau makna dari ayat itu, “Terkait dengan kotak suara transparan, kami ingin menghitung dulu berapa kemudain kotak yang mana masih bisa digunakan. Nantinya kita lihat sebenarnya apa yang diinginkan terkait dengan transparan ini.”

    Read more