Saturday, 18/11/2017 | 10:13 UTC+0
  • Perhitungan Pemilu 2019 diramalkan akan Makan Waktu Lama

    KPK (Komisi Pemilihan Umum) sampai saat ini belum juga bisa memastikan perhitungan Pemilu serentak 2019 akan bisa selesai pada hari yang sama dengan proses pemungutan suara atau tidak. Perhitungan suara di masing-masing TPS (Tempat Pemungutan Suara) diprediksi bakal berlangsung sampai dua hari.

    Pemilu 2019 Akan Beda dengan Pemilu 2014

    Komisioner KPU RI, Ilham Saputra, mengatakan kepada publik bahwa perhitungan hasil Pemilu 2019 ini diprediksi akan berjalan cukup lama karena akan adanya banyak kotak suara yang musti dibuka. Pada pemilu serentak nanti, terhitung aka nada 5 kotak suara yang disediakan di setiap TPS. Kelima kotak suara tersebut memuat hasil pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD tingkat Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten dan Presiden.

    Ilham yang ditemui pada hari Senin (31/7) lalu mengatakan, “Saya khawatir jangan-jangan pemilu serentak proses pemungutannya saja, karena apabila kita hitung nanti berdasarkan pada simulasi sampai jam berapa. Untuk pemilu legislative saja sampai subuh, apabila digabung lagi dengan Pilpres sampai jam berapa misalnya?”

    Kepastian ihwal waktu pemungutan dan juga perhitungan hasil Pemilu 2019 bakal dibahas oleh KPU dengan DPR RI dalam rapat bersama. Ilham sendiri berharap rapat yang membahas beberapa peraturan untuk Pemilu 2019 bisa dilakukan dengan Komisi Pemerintahan DPR RI sebelum masa reses berakhir yakni 22 Agustus esok. Selain akan membahas ihwal waktu pemungutan serta penghitungan suara, KPU sendiri juga akan membahas definisi dari ‘kotak suara transparan’ di rapat nanti.

    “Kami bakal tulis surat untuk RDP terkait dengan PKPU Pilkada dan Pemilu,” ucapnya. Penyelenggara pemilu juga bakal menghitung komposisi jumlah pemilih yang bisa ditampung pada setiap TPS dalam pemilu serentak.

    Pada pemilu legislatif 2014, maksimal pemilih yang diizinkan memilik di setiap TPS adalah sebanyak 500 orang. Sementera itu, jumlah maksimal pemilih pada setiap TPS pada pemilu presiden 2014 adalah sebanyak 800 orang.

    Aturan dari jumlah maksimal pemilih saat itu diatur dalam UU Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif. Sekarang ini, aturan ihwal jumlah pemilih di TPS tersebut diserahkan oleh Lembaga Legislatif ke penyelenggara pemilu. “Feeling kita sih mungkin bisa mencapai 500 lah (di setiap TPS). Kalau dulu kan bisa sampai 800 orang per TPS. Ini masih kita pelajari dulu sekarang,” ungkapnya lagi.

    KPU Hitung Jumlah Kotak Suara Pemilu 2019

    KPU mempunyai rencana untuk menghitung jumlah kotak suara yang digunakan pada Pemilu 2014. Hal ini dilakukan untuk meninjau berapa kotak suara yang masih bisa digunakan untuk Pemilu 2019. Perhitungannya dilakukan untuk melihat jumlah kotak suara yang perlu dibuat guna memenuhi kebutuhan Pemilu yang rencananya bakal digelar pada bulan April itu.

    Ilham Saputra, Komisioner KPU, mengatakan bahwa penghitungan kotak suara bakal dilakukan tim penyelenggara pemilu di daerah dan pusat. Penghitungan juga terkait dengan penggunaan kota suara transparan seperti yang sudah diamanatkan di dalam UU Pemilu yang mana disahkan oleh DPR pada Jumat (21/7) lalu. dalam pasal 34 ayat 1 huruf (a) dalam UU tersebut, disebutkan bahwa perlengkapan kota suara untuk pemungutan suara togel singapura haruslah bersifat transparan yang maknanya isi kotak suara harus terlihat dari luar.

    Ilham menjelaskan isi atau makna dari ayat itu, “Terkait dengan kotak suara transparan, kami ingin menghitung dulu berapa kemudain kotak yang mana masih bisa digunakan. Nantinya kita lihat sebenarnya apa yang diinginkan terkait dengan transparan ini.”

    Read more