Friday, 22/11/2019 | 11:19 UTC+0
  • PON XX akan Digelar di PAPUA

    Sebagaimana yang dikatakan oleh Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang digelar di Papua pada 2020 dipastikan tak mengalami penundaan atau pergantian jadwal. Hal ini diungkapkannya usai memimpin rapat Penyediaan Peralatan Pertandingan di Gedung Kemenpora, Kamis (22/8/2019) lalu.

     

    Pemerintah siap sukseskan PON XX

    Demi menyukseskan gelaran PON Papua tersebut Kemenpora akan mengucurkan dana hingga mencapai Rp. 519 miliar. Garis besar rinciannya adalah Rp. 328 miliar untuk bantuan penyelenggaraan pesta olahraga tersebut, dan Rp.191 miliar sebagai bantuan penyediaan peralatan olahraga.

     

    Angka tersebut memang belum mendapat persetujuan resmi dari DPR namun Gatot optimis karena DPR biasanya tak mempermasalahkan dan selain itu DPR juga sangat mendukung kesuksesan PON Papua yang akan digelar di tahun depan tersebut. Seusai gelaran PON peralatan olahraga rencananya akan diberikan untuk daerah tersebut.

     

    Lebih jauh Gatot menjelaskan bahwa pada pertemuan yang dihadiri para pimpinan cabor, perwakilan KONI/KOI, dan Kemenkeu yang membahas tentang status peralatan olahraga setelah gelaran Asian Games dan Asian Paragames 2018, bila ada masalah yang berkaitan dengan peralatan untuk PON XX maka peralatan pasca pesta olahraga se Asia itu siap untuk dipinjamkan. Pilihan lainnya adalah ditangani oleh induk organisasi cabor dalam penyediaan alat pertandingan.

     

    Yuni Poerwanti, Plt. Deputi bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, menyatakan Kemenpora pada pertemuan tersebut juga berharap PON dapat berjalan baik tanpa sesuatu kendala yang berarti. Berikutnya Yuni mengatakan harapan pemerintah bahwa semua pihak bisa saling mendukung indotogel untuk bangsa Indonesia. Selain itu panitia juga bekerjasama dengan KONI/KOI serta partner yang lain untuk membangun keharmonisan demi yang juga ditujukan untuk keberhasilan SEA Games 2019.

     

    Alasan pemilihan Provinsi Papua sebagai tuan rumah PON XX

    Provinsi di bagian timur Indonesia tersebut  ditetapkan sebagai tuan rumah PON ke-20 tahun 2020 melalui Surat Keputusan (SK) Menpora No. 0110 tahun 2014 tertanggal 2 April. Pemerintah juga sekaligus membuat kebijakan bahwa Pulau Jawa tak lagi dijadikan lokasi penyelenggaraan PON. Tujuannya agar setiap provinsi di Indonesia bisa merasakan pembangunan infrastruktur serta sarana prasarana yang memadai.

     

    Pada pemungutan suara RAT 2014 yang dihadiri 94 peserta, Papua berhasil mendapatkan suara terbanyak dengan 66 suara, kemudian di posisi kedua adalah Bali, dan Nanggroe Aceh Darussalam di posisi ketiga. Kedua provinsi tersebut sama-sama mendapatkan 46 suara.

     

    Sebelumnya 6 provinsi telah mengajukan sebagai penyelenggara pesta olahraga tersebut, yaitu Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, serta 3 provinsi di atas. Namun ketiga provinsi yang disebut belakangan ini tak mampu menarik minat para peserta RAT KONI 2014.

     

    Pertimbangan lain yang mendorong pemerintah menetapkan Papua sebagai tuan rumah adalah untuk melesatkan pembangunan daerah di bidang infrastruktur. Di masa depan pemerintah ingin seluruh penjuru tanah air memiliki kesempatan yang sama sebagai tuan rumah.

     

    Alexander Kapisa, Plt. Kadispora Papua, mengharapkan dapat terjalin sinergitas dari seluruh stakeholders untuk keberhasilan gelaran PON Papua 2020. Masih menurut Alexander kesuksesan PON XX di Papua dapat terwujud dengan kerjasama semua pihak.

     

    Pesta olahraga nasional ini dapat dikatakan merupakan momentum pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Papua dan ini harus diselenggarakan dengan baik. Alexander membeberkan bahwa orang-orang Papua datang tidak dari kelebihannya melainkan kekurangannya dan dirinya menghimbau untuk bergandengan tangan bersama dalam membangun Papua.
    Sesuai rencana ada enam lokasi untuk menyelenggarakan PON  serta Peparnas Papua, yait di Biak, Jayawijaya, Timika, Merauke, Kota Jayapura, dan Kab. Jayapura.

    Read more
  • Siap-Siap, Indonesia Incar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

    Perjalanan panjang sepakbola Indonesia untuk bisa dilirik dunia internasional memang masih sangat panjang. Namun melihat performa para pemain Timnas Indonesia muda yang makin gemilang, membuat harapan itu menyala kembali. Bahkan kini, Indonesia memulai asa untuk bisa mengunci posisi tuan rumah dalam gelaran akbar Piala Dunia 2034 mendatang.

     

    Harapan itu sendiri bermula dari Timnas U-22 dan Timnas U-19 yang mampu meraih posisi ketiga dalam turnamen internasional mereka. Di mana Timnas U-22 meraih medali perunggu dalam SEA Games 2017 dan Timnas U-19 menjadi juara ketiga Piala AFF 2017. Jaminan gemilang pun dilakukan Timnas U-16 yang berlaga luar biasa memukau di babak kualifikasi Piala Asia U-16. Tak heran kalau akhirnya publik penggiat olahraga sepakbola Tanah Air memasang target jika Tim Garuda bisa bisa berlaga di Piala Dunia secepatnya.

     

    Presiden Joko Widodo Sudah Setuju

     

    Hembusan ide agar Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia menguat usai digelarnya pertemuan Dewan Anggota AFF ke-12 di Nusa Dua, Bali hari Sabtu (23/9) pekan lalu. Saat itu diputuskan bahwa Thailand dan Indonesia sama-sama akan mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034. Dalam tempo 17 tahun, kedua negara ini ditantang untuk bisa menyiapkan diri sebagai penyelenggara sekaligus peserta ajang sepakbola tingkat global itu.

     

    Atas usulan ini, Presiden Joko Widodo pun merespon positif. Dengan batas waktu maksimal 2026 sebagai negara calon tuan rumah Piala Dunia 2034, Indonesia masih memiliki sembilan tahun untuk berbenah. Melalui staf kepresidenan, Jokowi telah setuju agar pesepakbolaan Indonesia melaju kencang. Usulan inipun diharapkan menjadi cambukan agar para pesepakbola Indonesia menorehkan prestasi sehingga 2034 menjadi muara dari seluruh perjuangan mereka.

     

    “Bagi Presiden, ini memang harus diambil karena dengan kita ingin atau menunjukkan tekad keinginan jadi tuan rumah Piala Dunia, itu akan melecut kita untuk berbenah. Tanpa ada suntikan semangat, kita tidak mungkin akan mempunyai persiapan yang lebih baik,” papar Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan seperti dilansir Detik.

     

    PSSI Optimis Jadi Tuan Rumah

     

    Dengan Presiden Jokowi yang sudah menyambut gembira rencana Indonesia itu, PSSI pun telah mengurai rasa optimisme mereka. Kendati usulan itu mungkin terdengar tak realistis bagi publik, PSSI begitu optimis jika mereka mampu mewujudkannya dalam kurun waktu 17 tahun baik secara prestasi Judi togel ataupun penyelenggara.

     

    “Apapun itu, sebenarnya ini adalah tekad kami menjadi peserta bidding Piala Dunia untuk menginspirasi agar sepakbola Indonesia tak menutup mimpi. Kami PSSI atau AFF seperti menyediakan rumah impian dan kami tak tahu siapa yang akan mengurus PSSI atau AFF hingga 2034, tapi ini jadi penting untuk memotivasi kami agar bisa sejajar dengan negara-negara dunia,” papar Joko Driyono selaku Wakil Ketua PSSI.

     

    Melihat indikator ranking FIFA yang masih meletakkan Indonesia jauh dari harapan, impian bahwa 17 tahun mendatang sepakbola Indonesia sudah dibicarakan banyak orang memang bukanlah pepesan kosong. Dengan Asia Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi, tak heran kalau harapan itu akan menjadi sesuatu yang segera terwujud. Hanya saja untuk mewujudkan impian besar itu, seluruh pelaku sepakbola dan publik Tanah Air harus saling bahu-membahu berjuang dengan sangat keras. Semoga saja bisa melihat para pemain sepakbola elit dunia di Indonesia akan segera bisa terealisasi. Akan seperti apa masa depan sepakbola Indonesia kelak? Generasi Z akan menjadi tumpuan baru harapan seluruh bangsa.

    Read more