Saturday, 18/11/2017 | 10:13 UTC+0
  • Begini Alternatif Cerita Film Joker

    Selain para superhero legendaries DC tentu ada pula tokoh penjahat yang paling populer dan banyak diingat bahkan mempunyai fans-nya sendiri. Penjahat yang dimaksud siapa lagi bila bukan Joker, musuh Batman yang paling kuat dan telah melengkapi berbagai platform manusia kelelawar ini mulai dari film, game, serial tv, dan sebagainya. Bagi Anda yang juga fans Joker, si penjahat misterius yang bisa tampil luar biasa jahat dan sesekali menunjukkan kebaikan ini, dalam waktu dekat akan dimulai proyek film yang menceritakan hanya dirinya. Para fans Batman atau pun Joker pun mulai bertanya-tanya akan seperti apa film tentang badut criminal Dewa Poker ini mengingat kemunculannya yang diliputi misteri.

     

    Alternatif cerita pada film Joker

    Pada mayoritas kisah Batman, baik identitas maupun asal-usul Joker tak pernah digambarkan dengan jelas. Yang paling terang mungkin hanyalah pada versi komiknya yang berjudul Killing Joke. Kabar burung pun menyebar dan banyak orang memprediksi bahwa komik inilah yang akan diadaptasi menjadi film Joker. Daripada penasaran, menurut Variety, inilah beberapa alternatif cerita yang cocok untuk film Joker.

     

    Mad Love

    Karakter Harley Quinn diperkenalkan lewat film Suicide Squad yang pada waktu itu karakter Joker diperankan oleh Jared Leto. Rupanya banyak fans yang  kurang puas akan performa sang actor ditambah minimnya adegan yang  menggambarkan kebersamaan pasangan criminal tersebut. Pada film tersebut diungkap pertemuan keduanya, dimana Harley yang sejatinya seorang psikiater yang bertugas mendalami kejiwaan Joker, justru dimanipulasi sehingga ia tergila-gila kepada si badut. Harley bahkan rela meninggalkan kehidupan mapannya yang terlibat dalam berbagai kejahatan sebagai partner in crime si penjahat. Mungkin pada film terbaru tentang Joker, akan muncul pula Harley Quinn sebagai pelengkap.

     

    The Dark Knight Returns

    Film ini menggambarkan masa depan Gotham City yang kacau balau. Pemerintah meminta Batman untuk tak terlibat lagi dalam operasi membasmi kejahatan dan Joker diceritakan telah insyaf. Sayangnya beberapa decade kemudian Joker kembali melakukan kejahatan yang memaksa Batman untuk kembali ke jalanan. Film ini menggambarkan hubungan antara superhero dan si Penjahat yang selalu saling terkait bahkan tanpa mereka inginkan.

     

    Arkham Asylum: A Serious House on Serious Earth

    Novel grafis karya Grant Morrison ini juga termasuk dalam daftar prediksi adaptasi cerita untuk film Joker. Arkham Asylum sejatinya adalah sebuah rumah sakit jiwa tempat para penjahat diasingkan. Beberapa criminal yang berbuat kejahatan dengan alasan mentalnya terganggu bahkan telah mengganggap rumah sakit tersebut sebagai rumah mereka, termasuk Joker. Sebenarnya ia merasa bahwa Batman sendiri juga layak berada di rumah sakit jiwa tersebut karena sama gilanya dengan dirinya. Akhirnya ia menantang si Manusia Kelelawar untuk dapat kabur dari Arkham Asylum hidup-hidup. Novel ini lebih banyak menceritakan tentang rusaknya akal sehat si penjahat, Joker, sekaligus sang superhero.

     

    The Man Who Killed Batman

    Cerita ini bermula dari pembunuhan Batman yang ternyata dilakukan oleh criminal “biasa” yang seharusnya bukanlah tandingan Batman. Joker berduka karena ternyata bukan dia yang mengakhiri hidup Batman. Pangeran Badut yang aneh ini pun tenggelam dalam kekecewaannya sambil terus bertanya-tanya masihkah ada Joker bila Batman sudah tak ada.
    Batman  #1 dan Batman: The Man Who Laughs

    Sejak komik pertamanya terbit di tahun 40-an, Batman dan Joker memang telah bermusuhan. Pada seri The Man Who Laugh terbitan pertama dan terbitan ulang tahun 2005 terungkap bagaimana awal keduanya bisa berseteru. Pada komik ini tokoh Joker digambarkan tewas akibat ulahnya sendiri sekaligus mengeksplorasi kemahiran Batman untuk memecahkan teka-teki tindak kriminalitas layaknya detektif.

     

    Yang mana pilihan Anda?

    Read more
  • Film Tentang Bencana Akibat Traveling

    Bepergian atau traveling tampaknya telah menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan dengan kehidupan masyarakat modern. Tak hanya dilakukan secara rombongan, banyak pula traveler mandiri yang tak segan menjelajah berbagai tempat di dalam dan luar negeri seorang diri. Ini tentu saja bukan hal yang dilarang tetapi tak  seharusnya dilakukan tanpa persiapan yang matang. Di satu sisi traveling memang bisa menjadi salah satu sarana untuk memperkaya pengalaman tetapi di sisi lain bisa juga memancing bencana bila tak dilakukan dengan cara yang benar. Berikut adalah beberapa film yang  bisa Anda ambil pesan moralnya terutama bagi mereka yang hobby traveling.

     

    Rekomendasi film tentang traveling yang berakhir menjadi bencana

    Beberapa film berikut ini mungkin bisa menjadi salah satu referensi untuk membuat persiapan matang sebelum memutuskan bersolo traveling.

     

    The Shallows

    Film ini mengisahkan tentang seorang traveler wanita yang seorang mahasiswi kedokteran serta mempunya hobby berselancar. Tetapi keputusannya kali ini untuk singgah di sebuah pantai terpencil di Meksiko adalah sebuah kesalahan. Penduduk setempat sesungguhnya merahasiakan pantai eksotis dewa poker dengan ombak yang diburu para peselancar tersebut karena khawatir ekosistemnya menjadi rusak. Liburan itu pun  berakhir menjadi sebuah mimpi buruk karena Nancy, traveler tersebut, terjebak di sebuah batu karang besar di tengah laut dengan seekor hiu putih ganas yang memburunya. Di tambah lagi pada saat itu kondisinya tengah terluka pada bagian paha. Nancy pun harus berjuang menghentikan pendarahannya sambil berusaha lolos dari hewan buas tersebut.

     

    127 Hours

    Film ini merupakan adaptasi dari kejadian nyata, yaitu peristiwa memilukan yang dialami seorang pecinta alam bernama Aron Ralston. Ia melakukan penjelajahan solo dan terjepit di celah-celah ngarai tebing selama 127 jam di pedalaman Utah. Bencana itu terjadi ketika tiba-tiba bongkahan batu bergerak menjepit tangan kanannya. Tak ada jalan lain untuk membebaskan dirinya yang sudah hampir sekarat selain mengamputasi sendiri tangan kanannya tersebut. Hikmah yang bisa diambil dari film ini adalah, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk menjelajah alam bersama teman sehingga dapat saling tolong-menolong bila terjadi musibah tak terduga seperti itu.

     

    Into The Wild

    Tak seperti teman-temannya yang lain, Christopher McCandless yang baru lulus kuliah justru memutuskan untuk traveling selepas lulus kuliah. Ia berniat menjadi manusia seutuhnya sambil bepergian melintasi pantai, padang bebatuan, hutan, serta lokasi-lokasi alam lainnya. Tujuannya melakukan hal ini adalah kepuasan batin. Ia tinggal di hutan-hutan yang disinggahinya dan mencari makanan dengan berburu hewan liar, umbi-umbian hutan, serta buah-buahan. Obsesinya memang tercapai tetapi kebahagiaan tersebut sayangnya hanya berjalan singkat. Sekitar 4 bulan sejak memutuskan tinggal di alam liar jasad Christopher ditemukan dalam kondisi membusuk oleh para pemburu rusa. Bila ingin tahu penyebab kematiannya segera tonton film tersebut.

     

    I Spit On Your Grave

    Tokoh utama dalam film  ini, Jennifer, seorang wanita penulis novel yang ingin merampungkan karya novelnya dengan bepergian ke tempat yang terpencil. Tujuannya adalah agar ia lebih focus  dan bisa menggarap karya terbarunya itu dengan lebih cepat. Akhirnya Jennifer menyewa sebuah pondok di tempat yang sepi dan jauh dari perkotaan. Sayangnya suasana damai yang ia dambakan berlangsung menjadi mimpi buruk dimana ia diserang dan diperkosa oleh gerombolan preman setempat. Usai peristiwa itu obsesinya berubah menjadi pembalasan dendam kepada orang-orang yang telah menyerangnya. Hikmah dari film ini adalah sebagai wanita kita harus mengutamakan keamanan diri saat sendirian baik ketika traveling atau melakukan hal yang lain. Semoga bisa menginspirasi!

    Read more
  • Actor Dan Aktris Pemeran Hantu Legendaries Yang Jarang Dikenal Wajah Aslinya

    Sebagai orang awam kita tentu seringkali membayangkan kehidupan sebagai seorang pemain film pasti sangat menyenangkan dimana kehadiran mereka selalu menarik perhatian banyak orang dan dielu-elukan oleh para fans. Ini misalnya seringkali terjadi para Brad Pitt, Tom Cruise, Johnny Depp, Scarlett Johannson, dan rekan-rekan selebritis mereka. Tetapi Anda juga perlu tahu bahwa bermain dalam film yang populer di dunia tak serta-merta bisa membuat Anda terkenal. Ini terjadi pada para actor bandar togel singapura dan aktris yang memerankan monster atau hantu pada film-film bergenre thriller atau horror. Sepanjang syuting wajah mereka di make up begitu tebal hingga para penonton tak dapat mengenali wajah asli mereka. Ingin tahu siapa saja mereka, simak ulasannya berikut ini.

     

    Deretan actor dan aktris pemeran hantu legendaries yang jarang diketahui wajah aslinya

    Beberapa pemain film ini harus rela tak dapat menunjukkan wajah aslinya sepanjang syuting film demi memerankan hantu-hantu iconic yang terkenal di seluruh dunia.

     

    Robert Englund – Freddie Krueger

    Tentu tak ada yang menyangkal bahwa wajah bekas terbakar monster menyeramkan ini benar-benar iconik pada film horror klasik A Night on Elm  Street. Meskipun demikian tak banyak orang tahu bahwa di balik make up tebal tersebut adalah actor Robert Englund yang aslinya ramah dan kocak.

     

    Ari Lehman –Jason

    Sepanjang pembuatan film Friday the 13th ini sang actor pemeran Jason yaitu Ari Lehman harus rela mengenakan topeng seram seperti yang dikenakan pasien gangguan jiwa di jaman dulu.

     

    Tim Curry – Monster Badut Pennywise

    Karakter badut seram Pennywise ini nyatanya diperankan oleh actor yang banyak membawakan peran-peran konyol dan jenaka yaitu Tim Curry. Yang mempunyai fobia terhadap badut memang tak disarankan untuk menonton film ini.

     

    Philip Friedman – Insidious

    Peran hantu menyeramkan pada film  Insidious ini dibawakan dengan sangat meyakinkan oleh actor gaek Philip Friedman yang sejatinya tampak seperti kakek-kakek yang bijaksana dan penyayang.

     

    Yuya Ozeki  – hantu Ju On

    Sosok hantu kecil dengan tatapan mata yang menakutkan pada film Ju On ini dibawakan oleh actor cilik yang sesungguhnya berwajah imut dan tampan.

     

    Pinhead – Doug Bradley

    Karakter monster dengan wajah dan kepala penuh paku yang menyeramkan pada film Hellraiser ini diperankan oleh actor Doug Bradley yang berkepala plontos. Benar-benar berbeda dengan wajah asli sang actor.

     

    Quinn Lord – Sam

    Hantu kecil bernama Sam pada film Trick ‘r Treat ini diperankan oleh actor cilik tampan dengan mata biru yang tajam yaitu Quinn Lord. Saat masih memakai topengnya mungkin penonton akan ketakutan, tetapi saat Anda melihat wajah asli sang actor dijamin Anda akan langsung jadi fans beratnya.

     

    Bonnie Aarons – Valak

    Di film Conjuring 2, sosok hantu Valak yang memakai pakaian biarawati tersebut memang sukses membuat penontonnya mimpi buruk berhari-hari. Tetapi Anda harus tahu sosok di balik hantu perempuan ini adalah aktris Bonnie Aarons yang berwajah ramah dan manis.

     

    Rie Ino’o – Sadako

    Walaupun sering membuat penonton kaget karena kemunculannya yang tiba-tiba pada film, ternyata aktris pemeran hantu Sadako ini luar biasa cantik dengan wajah khas asia dan rambut panjang yang lurus dan indah.

     

    Perubahan wajah yang luar biasa itu tentu tak lepas dari kehebatan tim make up yang dapat mewujudkan fantasi si pemilik ide cerita untuk mengangkat karakter tersebut pada layar lebar.  Jadi, tak perlu terlalu ketakutan lagi, bukan?

    Read more
  • Me Before You: Film Drama yang Anti Mainstream

    Pernah tidak sih kalian menonton sebuah film drama yang menyentuh hati? Rata-rata film drama memang ‘menye-menye’ dan menyentuh hati. Tak jarang kita terbawa suasana di film itu, bisa ikut tertawa, sedih,  dan marah juga kadang.  Bicara soal film drama, baik Indonesia maupun Hollywood dan negara lain sudah banyak memproduksi film drama. Nah tapi pertanyaannya adalah ketika film-film dramanya itu sudah sangat mainstream dari segi cerita sampai penokohannya, rasanya jadi kurang menarik ya? Tapi, film yang satu ini tidak mainstream lho.

    Me Before You

    Film garapan Thea Sharrock ini bisa dibilang tidak mainstream. Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ngetop seperti Emilia Clarke,  Sam Claflin, Matthew Lewis, dan masih banyak lagi. Film yang digarap di Inggris ini menjadi sangat terkenal dan mendapatkan rating yang tergolong tinggi di imbd karena ceritanya yang amat sangat menyentuh.

    Film ini mengisahkan seorang gadis bernama Louisa Clark (Emilia Clarke) yang berasal dari keluarga miskin. Ia harus bekerja membanting tulang setiap hari untuk membiayai kehidupan sehari-harinya dan keluarga karena ayahnya tidak bekerja. Ia bekerja di salah satu cafe atau restoran kecil namun suatu hari ia harus diberhentikan karena alasan cafe tersebut mengalami defisit. Tentu saja Louisa dan keluarganya sangat sedih mengingat setelah itu tidak ada yang akan membiayai kehidupan mereka.

    Namun Louisa tidak menyerah, ia tetap ke agen lowongan pekerjaab untuk mencari pekerjaan lain. Hingga akhrinya ada lowongan untuk menjadi care giver atau perawat untuk pria yang lumpuh. Akhirnya ia mencoba untuk melamar pekerjaan itu. Ia bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang ternyata ibu dari pria yang lumpuh itu.

    Dia lah William Traynor (Sam Claflin), seorang pria kaya dari keluarga kaya raya yang lumpuh hampir total yang harus ia jaga. Hari-hari yang Louisa lewati dengan Will memang awalnya sulit karena Will adalah tipe pria yang tidak gampang akrab apalagi dengan kondisinya yang lumpuh.  Will nampak belum bisa menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi beraktivitas seperti dulu.  Namun lambat laun mereka menjadi akrab dan terjalin lah rasa cinta diam-diam. Bahkan Louisa yang sudah berpacaran dengan pacarnya selama 7 tahunr  rela meninggalkan pacarnya demi Will.

    Akhir yang Anti Mainstream

    Bagi penonton Me Before You  pasti mereka mengira bahwa keduanya akan bersatu. Bajyak yang mengira bahwa Louisa akan berhasil membujuk Will agar membatalkan perjanjiannya untuk suntik mati di Swedia, namun akhirnya toh tidak. Louisa sudah berupaya mengajak Will berlibur ke luar negeri bersama dengan Nathan, dokter pribadi Will,  agar pikirannya tentang hidupnya yang masih panjang terbuka. Namun Will tetap bersikukuh untuk menjalankan suntik mati karena ia menganggap dirinya tidak bisa lagi melakukan apa-apa bahkan untuk bercinta dengan Louisa. Will tidak mau Louisa kecewa mencintai Will yang lumpuh dan tidak bisa melakukan apapun.

    Tentu saja Louisa sangat sedih dan kecewa.  Keluarga Loiusa dan Will juga sangat kecewa namun akhir dari film ini justru tidak ditutup dengan kesedihan bandar togel yang mendalam.

    Mau tau bagaimana film ini diakhiri? Tonton saja betapa anti mainstream nya Me Before You  langsung karena dijamin film ini akan mengoyak emosi kalian. Tidak hanya itu, banyak pelajaran hidup juga yang bisa kalian dapatkan setelah menikmati film drama ini.  Selamat menonton!

    Read more