Friday, 10/4/2020 | 12:19 UTC+0

Review Film Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Film-film yang diangkat dari novel beberapa waktu belakangan memang semakin banyak ditayangkan di bioskop tanah air.salah satunya adalah Rembulan Tenggelam di Wajahmu yang diadaptasi dari novel best seller karya Tere Liye. Karena itu tak heran bila para penggemar novel ini dipastikan akan menonton versi layar lebarnya juga.

 

Synopsis film Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Film yang melakukan syuting di kawasan Jawa Tengah ini memilih tema yang selama ini menjadi pertanyaan banyak orang, yaitu apa alasan Tuhan membiarkan terjadi hal yang buruk dalam hidup manusia.

 

Film ini berkisah tentang seorang pria bernama Ray (Arifin Putra) yang berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.Dokter mengatakan bahwa dirinya nyaris tak memiliki kesempatan untuk sembuh.Tiba-tiba kamar rawat inapnya didatangi seorang pria dengan air muka yang tenang dan menggandeng tangannya. Ray diajak kembali ke masa kecilnya yang suram di sebuah tempat di kota Semarang dalam perjalanan menembus waktu dan ruang.

 

Ray kecil (Bio One) yang sebatang kara tinggal di rumah panti asuhan milik seorang pria yang disebut Bapak. Bukannya melindungi anak-anak asuhannya, Bapak sejatinya hanya mengincar bantuan untuk anak-anak terlantar tersebut. Ray yang tidak tahan dengan kekejaman Bapak akhirnya kabur dan memilih hidup di jalanan. Kerasnya hidup memaksanya menjadi pencopet untuk menyambung hidup hingga dirinya terjerumus dalam perjudian agen bacarat .

 

Ray yang kerap menang taruhan memancing peserta judi lainnya geram dan menyuruh preman untuk menghabisinya.Untunglah Ray berhasil kabur dan diselamatkan oleh Bang Ape (Ariyo Wahab).Di rumah singgah milik Bang Ape dirinya menjalin persahabatan dengan Ilham (Ari), Natan (Teuku), dan si Kembar Oude (Allesandrio) dan Ouda (Allesandro).

 

Masalah rupanya tak pernah menjauh dari kehidupan Ray walaupun dirinya sudah tinggal di rumah singgah yang aman.Suatu ketika dirinya menjadi korban pengeroyokan karena membela Ilham sahabatnya yang diserang oleh berandalan.Untunglah Bang Plee (Donny Alamsyah) menolongnya saat itu.

 

Review singkat film Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Dari segi penceritaan film Rembulan Tenggelam di Wajahmu memang terasa gambling.Si pria berwajah teduh dan Ray seolah seperti pencerita yang membawa penonton menyaksikan segmen demi segmen kehidupan Ray dan uniknya hal ini berawal dari pertanyaan Ray kecil, mengapa Tuhan membuatnya tinggal di panti asuhan milik orang jahat.

 

Penonton dapat dibilang tak perlu berpikir terlalu berat karena si pria berwajah teduh secara detail telah mengungkapkan semuanya. Yang cukup menarik di sini adalah acting karakter-karakter pendukung, seperti Yudha Keling.Siapa sangka Yudha yang standup comedian secara alami dapat berinteraksi baik dengan tokoh utama.

 

Yudha berhasil memberi warna berbeda kepada film yang menggambarkan kehidupan kelam Ray agar film tersebut tak terkesan begitu pesimis dan depresif.Di tengah kesedihan Yudha hadir dan memberikan sedikit kelakar yang dalam kehidupan nyata hal ini cukup penting.Yudha Keling dapat dibilang mewakili slogan jadul bahwa jika dalam hidup kita lagi dapat menemukan solusi dari masalah yang dihadapi, maka menertawakannya saja sudah cukup.

 

Yang patut dicermati di sini mungkin adalah interaksi antara Ray Dewasa dan pria berwajah tenang.Mulai saat bertemu pertama kali hingga ujung cerita, keduanya terasa berjarak hingga memunculkan kesan canggung atau kikuk. Konon ada maksud tertentu mengapa format demikian ini yang dipilih untuk film Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Anda harus menyaksikannya untuk mengetahui maksud tersebut.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *