Tuesday, 22/10/2019 | 9:57 UTC+0

PON XX akan Digelar di PAPUA

Post by relatedRelated post

Sebagaimana yang dikatakan oleh Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang digelar di Papua pada 2020 dipastikan tak mengalami penundaan atau pergantian jadwal. Hal ini diungkapkannya usai memimpin rapat Penyediaan Peralatan Pertandingan di Gedung Kemenpora, Kamis (22/8/2019) lalu.

 

Pemerintah siap sukseskan PON XX

Demi menyukseskan gelaran PON Papua tersebut Kemenpora akan mengucurkan dana hingga mencapai Rp. 519 miliar. Garis besar rinciannya adalah Rp. 328 miliar untuk bantuan penyelenggaraan pesta olahraga tersebut, dan Rp.191 miliar sebagai bantuan penyediaan peralatan olahraga.

 

Angka tersebut memang belum mendapat persetujuan resmi dari DPR namun Gatot optimis karena DPR biasanya tak mempermasalahkan dan selain itu DPR juga sangat mendukung kesuksesan PON Papua yang akan digelar di tahun depan tersebut. Seusai gelaran PON peralatan olahraga rencananya akan diberikan untuk daerah tersebut.

 

Lebih jauh Gatot menjelaskan bahwa pada pertemuan yang dihadiri para pimpinan cabor, perwakilan KONI/KOI, dan Kemenkeu yang membahas tentang status peralatan olahraga setelah gelaran Asian Games dan Asian Paragames 2018, bila ada masalah yang berkaitan dengan peralatan untuk PON XX maka peralatan pasca pesta olahraga se Asia itu siap untuk dipinjamkan. Pilihan lainnya adalah ditangani oleh induk organisasi cabor dalam penyediaan alat pertandingan.

 

Yuni Poerwanti, Plt. Deputi bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, menyatakan Kemenpora pada pertemuan tersebut juga berharap PON dapat berjalan baik tanpa sesuatu kendala yang berarti. Berikutnya Yuni mengatakan harapan pemerintah bahwa semua pihak bisa saling mendukung indotogel untuk bangsa Indonesia. Selain itu panitia juga bekerjasama dengan KONI/KOI serta partner yang lain untuk membangun keharmonisan demi yang juga ditujukan untuk keberhasilan SEA Games 2019.

 

Alasan pemilihan Provinsi Papua sebagai tuan rumah PON XX

Provinsi di bagian timur Indonesia tersebut  ditetapkan sebagai tuan rumah PON ke-20 tahun 2020 melalui Surat Keputusan (SK) Menpora No. 0110 tahun 2014 tertanggal 2 April. Pemerintah juga sekaligus membuat kebijakan bahwa Pulau Jawa tak lagi dijadikan lokasi penyelenggaraan PON. Tujuannya agar setiap provinsi di Indonesia bisa merasakan pembangunan infrastruktur serta sarana prasarana yang memadai.

 

Pada pemungutan suara RAT 2014 yang dihadiri 94 peserta, Papua berhasil mendapatkan suara terbanyak dengan 66 suara, kemudian di posisi kedua adalah Bali, dan Nanggroe Aceh Darussalam di posisi ketiga. Kedua provinsi tersebut sama-sama mendapatkan 46 suara.

 

Sebelumnya 6 provinsi telah mengajukan sebagai penyelenggara pesta olahraga tersebut, yaitu Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, serta 3 provinsi di atas. Namun ketiga provinsi yang disebut belakangan ini tak mampu menarik minat para peserta RAT KONI 2014.

 

Pertimbangan lain yang mendorong pemerintah menetapkan Papua sebagai tuan rumah adalah untuk melesatkan pembangunan daerah di bidang infrastruktur. Di masa depan pemerintah ingin seluruh penjuru tanah air memiliki kesempatan yang sama sebagai tuan rumah.

 

Alexander Kapisa, Plt. Kadispora Papua, mengharapkan dapat terjalin sinergitas dari seluruh stakeholders untuk keberhasilan gelaran PON Papua 2020. Masih menurut Alexander kesuksesan PON XX di Papua dapat terwujud dengan kerjasama semua pihak.

 

Pesta olahraga nasional ini dapat dikatakan merupakan momentum pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Papua dan ini harus diselenggarakan dengan baik. Alexander membeberkan bahwa orang-orang Papua datang tidak dari kelebihannya melainkan kekurangannya dan dirinya menghimbau untuk bergandengan tangan bersama dalam membangun Papua.
Sesuai rencana ada enam lokasi untuk menyelenggarakan PON  serta Peparnas Papua, yait di Biak, Jayawijaya, Timika, Merauke, Kota Jayapura, dan Kab. Jayapura.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *