Monday, 16/9/2019 | 9:39 UTC+0

2 Pramugari Cantik Ikut Menjadi Korban Pesawat Naas Lion Air JT610

Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air tentu saja meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga korban bahkan sebagian masih mengingat jelas saat-saat terakhir mereka dengan para mendiang. Cerita sedih pun meliputi beberapa keluarga dari pramugari Lion Air JT610 dan sebagian merasa bahwa mereka telah meninggalkan pertanda bahwa itu akan menjadi hari terakhir mereka bertemu maupun berkomunikasi dengan keluarga.

 

Pramugari Alfi Sempat Berpamitan Pada Keluarga Sebelum Bertugas di Lion Air JT610

 

Senin dini hari, salah satu pramugari Lion Air JT610 yaitu Alfiani Hidayatu Solikha masih sempat berkomunikasi dengan keluarga beberapa jam sebelum dirinya bertugas dan pesawat lepas landas. Pramugari cantik tersebut menjadi korban pesawat naas yang berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Rupanya Alfiani menghubungi keluarganya dengan ponsel untuk berpamitan sebelum bekerja namun ada yang aneh dari telepon tersebut. Pramugari Alfi lebih sering diam di teleponnya.

 

Salah satu keluarga korban menceritakan komunikasi terakhir pramugari Alfi dengan orang tuanya dari rumah duka yang berlokasi di wilayah Dukuh Gantrung, Desa Mojorejo, Madiun, Jawa Timur mengatakan jika komunikasi terakhir dilakukan pada pukul 3 pagi dan Alfi mengatakan jika dirinya hendak menuju ke Pangkal Pinang. Namun selebihnya, Alfi tidak mengatakan apapun dan kemudian diam. Tidak ada yang menyangka jika pramugari Alfi berpamitan untuk yang terakhir kalinya.

 

Sama sekali keluarga tidak menyangka maupun memiliki firasat bahwa pramugari Alfi akan berkomunikasi untuk terakhi kali sebelum dirinya bertugas di pesawat naas Lion Air JT610 yang terjatuh di wilayah Karawang. Bahkan keluarga juga mengaku bahwa mereka sama sekali tidak memiliki pertanda maupun firasat apapun bahwa Alfi akan meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Keluarga kala itu langsung kaget namun tetap berharap keajaiban Alfi masih bisa hidup.

 

Suasana rumah Alfi kini sangat ramai dikunjungi oleh para kerabat dan juga tetangga mereka sembari menunggu kabar yang pasti tentang kondisi pramugari asal Madiun ini. Meskipun wartawan berkunjung dan mewawancarai orang tua Alfi, keduanya masih sangat kaget dan tidak ingin menemui wartawan sama sekali. Diketahui bahwa Alfiani adalah anak tunggal pasangan Slamet dan Sukartini yang melanjutkan bersekolah pramugari di Jogjakarta setelah dirinya lulus SMA dan baru 2 bulan bekerja sebagai pramugari.

 

Pramugari Citra Novita Turut Jadi Korban Pesawat Naas Lion Air JT610

 

Selain itu, rekan Alfi yang juga seorang pramugari bernama Citra Novita Angelia Putri juga menjadi salah satu korban pesawat naas Lion Air JT610 dari sekitar 189 penumpang. Danang Mandala Prihantoro dari Corporate Communications Strategic Lion Air mengatakan jika memang Citra merupakan salah satu kru pesawat yang berangkat menuju Pangkal Pinang. Citra bersama dengan beberapa kru pesawat yang lain bertugas untuk melayani dan membantu semua penumpangnya.

 

Kru pesawat yang jatuh tersebut adalah Deny Maula, Mery Yulianda, Damayanti Simarmata, Alfiani Hidayatul Solikha, Citra Novita, Shintia Melina dengan komando pesawat dipegang oleh Kapten Bhavye Suneja dan copilot Harvino. Unggahan terakhir Citra dilakukan pada tanggal 8 April di laman Facebooknya dengan foto bandara dan juga pesawat Lion Air sebagai backgroundnya. Bahkan terdapat pula lafaz “Allah” dalam unggahan togel online itu dengan lambang cinta yang disebut seperti pertanda.

 

Banyak yang menduga ini merupakan sebuah isyarat perpisahannya tersebut meskipun dilakukan dalam waktu yang lama. Sebelum bekerja sebagai pramugari Lion Air, Citra adalah alumnus dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta. Dirinya juga sering mengunggah kedekatan dengan keluarga dan juga liburan bersama. Namun sayangnya, nasib kedua pramugari cantik ini masih belum diketahui setelah mereka bertugas pada pesawat Lion Air JT610.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *