Tuesday, 12/12/2017 | 8:27 UTC+0

Massa Aksi 299 Diharapkan Tertib dan Tidak Anarkis

Salah satu aksi demo yang cukup besar akan dilakukan besok hari Jumat tepatnya tanggal 29 September 2017. Aksi demo tersebut disebut juga dengan aksi 299 yang merupakan aksi yang diwakili oleh Alumni Presidium 212 yang dulu juga pernah melakukan aksi demo pada tanggal 21 Frebuari lalu. Namun kali ini isu judi poker yang dituntut berbeda dimana mereka akan menutuntut tentang pencabutan Peraturan Pengganti Perundang-Undangan (Perppu) Ormas.

Rencana Pelaksanaan Aksi Demo 299

Aksi demo yang nantinya direncanakan akan digelar di dua titik konsentrasi yaitu berada di depan Gedung MPR/DPR RI, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat  dan di kawasan Monas tersebut diperkirakan akan diikuti oleh massa yang jumlahnya lebih dari 10 ribu orang. Bahkan ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa jumlah masa yang akan ikut aksi tersebut pada hari H besok bisa mencapai 50 ribu jiwa.

Dalam aksi tersebut, massa menuntut tentang pencabutan Perppu Ormas dan keberadaan PKI. Menurut Ketua Presidium Alumni 212 Slamet ma’arif, massa yang ikut bahkan telah dihimbau untuk melakukan  sholat Jumat di sekitar gedung DPR seperti di masjid TVRI, masjid gedung Manggala Wanabakti, dan di beberapa kantor karena dia khawatir jika jumlah masa yang ikut bertambah banyak maka tidak akan bisa tertampung semua di masjid sekitar DPR. Hal tersebut melihat saat tidak ada demo jumlah jamaah yang ikut sholat sudah banyak dan apalagi jika ditambah dengan peserta demo.

Tanggapan dari Beberapa Pihak Mengenai Aksi 299

Untuk menghadapi aksi tersebut, pihak kepolisian sudah menyiapkan berbagai persiapan seperti slah satunya adalah mempersiapkan gas air mata untuk berjaga-jaga jika nanti terjadi kerusuhan dalam aksi tersebut. Selain itu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz juga telah mengeluarkan maklumat terkait pelaksanaan aksi 299 pada hari jumat besok. Secara umum inti dari maklumat yang disampaikan Kapolda tersebut yaitu menyampaikan kepada masa aski 299 agar mereka melaksanakan aksi demo tersebut dengan tertib, aman, mematuhi undang-undang, dan tanpa adanya aksi anarkis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada hari kamis 28 September 2017 juga menambahkan bahwa mereka berharap peserta aksi 299 bisa memahami dan mentaati apa yang disampaikan oleh Kapolda dalam maklumat yang sudah disampaikan tersebut. Maklumat Kapolda Metro Jaya bernomor mak/05/IX/2017 tentang Penyampaian Pendapat di muka Muka Umum tersebut telah ditanda tangani pada hari Selasa tepatnya pada tanggal 26 September 2017 kemarin.

Selain tanggapan yang dilakukan oleh Kapolda Metro Jaya dengan munculnya maklumat tersebut, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada hari kamis 28 September 2017 juga menanggapi aksi demo 299. Dia meminta agar peserta aksi lebih memilih bekerja dibanding melakukan aksi demo. Menurutnya bekerja akan lebih produktif dan berharap mereka menghargai orang lain dan yang mempunyai pekerjaan agar tetap melakukan pekerjaannya.

Dia juga menambahkan bahwa dirinya tidak melarang warga yang akan melaksanakan aksi 299 yang akan dilakukan didepan gedung DPR RI tersebut. Djarot hanya berharap bahwa peserta aksi demo dapat menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak ada aksi merusak. Namun dirinya tidak menanggapi perihal PKI yang diduga mulai muncul lagi. Dirinya hanya mengatakan bahwa PKI dari dulu memang sudah dilarang.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *