Saturday, 18/11/2017 | 10:13 UTC+0

Putus Rantai Buruk, Persib Bandung Akhirnya Menang

Tertatih di Liga 1 musim 2017 ini, Persib Bandung akhirnya memutus mata rantai hasil buruk. Maung Bandung berhasil menekuk Mitra Kukar dengan skor 3-1 dalam pertandingan di stadion Si Jalak Harupat hari Jumat (27/10) sore ini. Hal ini jelas membuat Bobotoh bisa tersenyum lega setelah melihat bagaimana Persib bertanding selama ini.

 

Kemenangan Persib ini dimulai dari gol Febri Hariyadi pada menit ke-58. Saat itu Raphael Maitimo menyambut umpan lambung Shohei Matsunaga. Namun kiper Gerri Mandagi masih bisa menepis tendangannya dan bola rebound justru disambut Febri. Di mana pemain Timnas Indonesia SEA Games 2017 itu mampu melesakkannya menjadi gol pertama.

 

Skor 1-0 tertahan untuk Persib hingga Bobotoh harus cemas saat menit ke-70, pemain asing Mitra Kukar yakni Marclei Chaves Santos mencetak gol yang membuat skor imbang hingga babak kedua mau berakhir. Mendapat tambahan waktu, Achmad Jufriyanto berhasil melesakkan gol pada menit ke-91. Dan penalti Maitimo di menit ke-94 membuat Maung Bandung bisa tersenyum karena menang 3-1 atas tamunya.

 

Kepercayaan Persib Yang Makin Anjlok

 

Sebelum meraih kemenangan dari Mitra Kukar, rekor pertandingan Persib memang suram. Melakoni delapan pertandingan beruntun tanpa satu kemenang pun, membuat putaran kedua Persib di Liga 1 Indonesia musim 2017 sangat menyedihkan. Selain kehilangan kesempatan mempertahankan gelar juara, Persib harus terpuruk di papan bawah klasemen sementara dengan berada di peringkat ke-12.

 

Dilansir CNN Indonesia, Jufriyanto sempat mengakui kalau kondisi Persib yang menyedihkan sangat mempengaruhi mental para pemain. Di mana para pemain Persib harus mengalami penurunan kepercayaan diri yang diakibatkan kondisi negatif dalam delapan pertandingan terakhir. Padahal menurutnya, punggawa Persib benar-benar selalu ingin memberikan yang terbaik untuk tim lewat kemenangan.

 

“Memang kemenangan itu belum bisa kami dapatkan. Saya rasa penurunan kepercayaan diri ada, tapi bukan berarti itu menjadi alasan untuk pertandingan lawan Mitra Kukar. Pertandingan dewa poker itu adalah kesempatan bagi kami untuk bisa menunjukkan diri meraih hasil maksimal. Secara posisi kami memang sudah tak bisa ke papan atas, tapi kemenangan ini sangat berharga untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain,” jelas Jufriyanto.

 

Perihnya Persib, Bertabur Bintang Tapi Gagal

 

Sepak terjang Persib Bandung di Liga 1 Indonesia musim 2017 ini memang bisa dibilang cukup ironis. Membuka musim dengan membuat gempar karena sukses mendatangkan Michael Essien, mantan pemain Chelsea, Persib tak berhenti menambah koleksi pemain bintang. Mereka pun menambah daya gedor dengan menggaet Carlton Cole, Maitimo dan Matsunaga.

 

Hanya saja pada putaran kedua Liga 1, Cole justru sudah didepak dan digantikan striker asal Chad, Ezechiel N’Douassel. Mengawali musim dengan berbagai geliat pujian yang luar biasa, sisa empat laga bagi Persib justru membuat mereka harus puas ada di papan tengah. Dengan berbagai pemain ‘mahal’, Persib justru harus menerima dengan lapang dada peringkat ke-12 mereka. Tak heran jika Bobotoh sampai frustasi dengan prestasi tim kesayangan mereka.

 

Rekor tak pernah menang dalam delapan laga beruntun adalah hasil terburuk Persib yang dikenal sebagai tim sepakbola papan atas Indonesia. Dalam laga sebelum melawan Mitra Kukar, Persib bahkan harus kalah 0-1 dari tuan rumah Persela Lamongan yang membuat tim naungan almarhum Choirul Huda itu selamat dari zona degradasi Liga 1. Kini dengan kemenangan yang didapatkan Persib, tentu Bobotoh akan kembali ke stadion dan percaya kalau tim kebanggaan mereka mampu berakhir baik.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *