Tuesday, 12/12/2017 | 8:25 UTC+0

Film Tentang Bencana Akibat Traveling

Bepergian atau traveling tampaknya telah menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan dengan kehidupan masyarakat modern. Tak hanya dilakukan secara rombongan, banyak pula traveler mandiri yang tak segan menjelajah berbagai tempat di dalam dan luar negeri seorang diri. Ini tentu saja bukan hal yang dilarang tetapi tak  seharusnya dilakukan tanpa persiapan yang matang. Di satu sisi traveling memang bisa menjadi salah satu sarana untuk memperkaya pengalaman tetapi di sisi lain bisa juga memancing bencana bila tak dilakukan dengan cara yang benar. Berikut adalah beberapa film yang  bisa Anda ambil pesan moralnya terutama bagi mereka yang hobby traveling.

 

Rekomendasi film tentang traveling yang berakhir menjadi bencana

Beberapa film berikut ini mungkin bisa menjadi salah satu referensi untuk membuat persiapan matang sebelum memutuskan bersolo traveling.

 

The Shallows

Film ini mengisahkan tentang seorang traveler wanita yang seorang mahasiswi kedokteran serta mempunya hobby berselancar. Tetapi keputusannya kali ini untuk singgah di sebuah pantai terpencil di Meksiko adalah sebuah kesalahan. Penduduk setempat sesungguhnya merahasiakan pantai eksotis dewa poker dengan ombak yang diburu para peselancar tersebut karena khawatir ekosistemnya menjadi rusak. Liburan itu pun  berakhir menjadi sebuah mimpi buruk karena Nancy, traveler tersebut, terjebak di sebuah batu karang besar di tengah laut dengan seekor hiu putih ganas yang memburunya. Di tambah lagi pada saat itu kondisinya tengah terluka pada bagian paha. Nancy pun harus berjuang menghentikan pendarahannya sambil berusaha lolos dari hewan buas tersebut.

 

127 Hours

Film ini merupakan adaptasi dari kejadian nyata, yaitu peristiwa memilukan yang dialami seorang pecinta alam bernama Aron Ralston. Ia melakukan penjelajahan solo dan terjepit di celah-celah ngarai tebing selama 127 jam di pedalaman Utah. Bencana itu terjadi ketika tiba-tiba bongkahan batu bergerak menjepit tangan kanannya. Tak ada jalan lain untuk membebaskan dirinya yang sudah hampir sekarat selain mengamputasi sendiri tangan kanannya tersebut. Hikmah yang bisa diambil dari film ini adalah, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk menjelajah alam bersama teman sehingga dapat saling tolong-menolong bila terjadi musibah tak terduga seperti itu.

 

Into The Wild

Tak seperti teman-temannya yang lain, Christopher McCandless yang baru lulus kuliah justru memutuskan untuk traveling selepas lulus kuliah. Ia berniat menjadi manusia seutuhnya sambil bepergian melintasi pantai, padang bebatuan, hutan, serta lokasi-lokasi alam lainnya. Tujuannya melakukan hal ini adalah kepuasan batin. Ia tinggal di hutan-hutan yang disinggahinya dan mencari makanan dengan berburu hewan liar, umbi-umbian hutan, serta buah-buahan. Obsesinya memang tercapai tetapi kebahagiaan tersebut sayangnya hanya berjalan singkat. Sekitar 4 bulan sejak memutuskan tinggal di alam liar jasad Christopher ditemukan dalam kondisi membusuk oleh para pemburu rusa. Bila ingin tahu penyebab kematiannya segera tonton film tersebut.

 

I Spit On Your Grave

Tokoh utama dalam film  ini, Jennifer, seorang wanita penulis novel yang ingin merampungkan karya novelnya dengan bepergian ke tempat yang terpencil. Tujuannya adalah agar ia lebih focus  dan bisa menggarap karya terbarunya itu dengan lebih cepat. Akhirnya Jennifer menyewa sebuah pondok di tempat yang sepi dan jauh dari perkotaan. Sayangnya suasana damai yang ia dambakan berlangsung menjadi mimpi buruk dimana ia diserang dan diperkosa oleh gerombolan preman setempat. Usai peristiwa itu obsesinya berubah menjadi pembalasan dendam kepada orang-orang yang telah menyerangnya. Hikmah dari film ini adalah sebagai wanita kita harus mengutamakan keamanan diri saat sendirian baik ketika traveling atau melakukan hal yang lain. Semoga bisa menginspirasi!

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *