Monday, 12/11/2018 | 9:14 UTC+0

ISIS Mengklaim Mengeksekusi Dua Guru China yang diculik di Pakistan

Kelompok militan ISIS klaim bahwa mereka sudah mengeksekusi mati 2 orang guru China yang mereka culik di Pakistan kepada 2 bulan lalu. Di pemberitaan media propaganda ISIS, Amaq, pada hari Kamis (8/6), “ISIS sudah membunuh 2 warga Cina yang selama ini mereka tahan di Baluchistan, sebuah provinsi di barat daya Pakistan.”

Dua Warga dibunuh ISIS

Kementrian Luar Negeri Cina mengakui bahwa ada dua warganya yang diculik oleh seorang pria yang bersenjata yang menyamar sebagai petugas kepolisian di Pakistan. Meskipun demikian, Kemlu Cina masih bakal melalukan verifikasi informasi tersebut melalu berbagai macam jalur termasik juga bekerja sama dengan otoritas Pakistan sendiri.

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa selama ini memang ISIS memang mempunyai upaya membangun kekuatannya di Pakistan. Mereka juga banyak melancarkan serangan sanadomino termasuk juga di kantor wakil Senat di Provinsi Baluchistan yang menewaskan 25 orang pada bulan lalu. Belakangan ini memang Kedutaan Besar Cina untuk Pakistan telah meminta Islamabad berulang kali untuk meningkatkan keamanan terutama di Baluchistan di maa Beijing juga membangin pangkalan dan juga jalan baru sebagai jalur penghubung menuju ke Laut Arab. Militer Pakistan juga sudah bergerak. Pada hari Kamis kemarin, mereka sudah merilis rincian operasi mereka guna menghancurkan markas ISIS yang ada di Baluchistan.

ISIS Uighur: Darah Akan Mengalir di Cina

Kelompok militan ISIS sudah bersumpah akan menancapkan bendera mereka dan juga kekuasaan mereka di Cina. Mereka juga mengatakan darah bakal mengalir di sungai-sungai yang ada di Cina. Sebuah video yang memiliki durasi 30 menit yang mana dirilis oleh kelompok Intel berbasis di AS, SITE, menunjukkan bahwa pasukan ISIS sedang melatih sejumlah warga Uighur. Uighur adalah etnis minoritas Muslim di Cina.

Salah seorang anggota ISIS di dalam video itu, berdasarkan penjelasan dari seorang warga Uighur yang menganalisis video tersebut pada hari Jumat (9/6) ini mengatakan, “Hai para saudaraku. Saat ini kita sedang berjuang menghadapi kafir yang ada di seluruh dunia. Tetaplah kuat. Kami bakal menancapkan bendera ISIS di atas tanah Amerika, Cina, Rusia dan jua seluruh kaum kafir yang ada di dunia.”

“Tanah syariaj kami sudah dibangun dengan tumpah darah,” lanjut pria yang lainnya dengan bahasa Uighur di dalam video itu. Rekaman itu juga berisi sejumlah cuplikan gambar dari dalam wilayah Xinjiang, yakni salah satu provinsi yang mayoritas penduduknya adalah etnis Uighur.

Dalam video lainnya juga, video itu menunjukkan sejumlah foto beberapa orang Uighur yang sudah bergabung menjadi martir. Para martir itu disebut-sebut berasal dari Turkestan, sebutan lain untuk provinsi Xinjiang yang sering dipakai oleh suku Uighur. Dan juga ada salah seorang lainnya yang berbicara dalam akssn Yarkand dalam video itu, salah satu aksen ciri khas warga dari kota tua yang bernama Kashgar yang ada di selatan Xinjiang.

Selain itu juga, pasukan ISIS mengecam akan mengincar “antek-antek Cina komunis yang kafir.” Sementara itu, Geng Shuang, juru bicada dari Kementrian Luar Negeri Cina, menyatakan bahwa mereka belum mengetahui perihal beredarnya video tersebut. Walaupun demikian, ia menyatakan bahwa ia dan pihaknya akan menanggapi masalah itu dengan sangat serius. “Kami secara jelas menentang segala bentuk terorisme. Secara proaktif, Cina terus berpartisipasi dalam bekerja sama dengan internasional guna memberantas terorisme,” ungkap Geng kepada media. Hal ini membuktikan bahwa pihak Cina tak gencar dan tak lantas takut pada ancaman ISIS.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *